Wednesday, 13 May 2009

MARILAH KITA BICARAKAN

Marilah kita bicara kawan
tentang berapa sisa umur kita
janganlah kita teruskan lagi pembicaraan kita
tentang berapa harta yang telah kita peroleh

Marilah kita bicara kawan
tentang berapa bekal yang kita bawa nanti
janganlah kita bicarakan lagi
tentang jenis pangkat yang kita peroleh diakhir masa jabatan nanti

Marilah kita bicara kawan
tentang cara cara mempersiapkan hidup sesudah ini
hentikan pembicaraan tentang
siapa calon capres kita , calon bawahan kita , calon mobil kita , calon rumah kita
tapi mari kita bicarakan
calon kuburan kita....
(serem........)


satu hikmah yang dapat diambil darinya adalah jika kita sedang berbuat kurang bermanfaat bahkan zalim, maka salah satu teknik mengeremnya adalah mengingat mati. Bagaimana kalau tiba-tiba kita mati, padahal kita sedang maksiat? Tidak takutkah kita mati suul khatimah?. Ternyata ingat mati menjadi bagian yang sangat penting setelah doa dan ikhtiar dalam memelihara iman di hati. Rasulullah SAW telah mengingatkan para sahabatnya untuk selalu mengingat kematian. Dikisahkan pada suatu hari Rasulullah SAW ke luar menuju masjid. Tiba-tiba beliau mendapati suatu kaum yang sedang tertawa-tawa. Maka beliau bersabda, ''Ingatlah kematian. Demi Zat yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis.''

Semoga bermanfaat

1 komentar:

nisa said...

kematian adalah guru terbaik dalam kehidupan. . . ,right?

siip, saling mengingatkan nggih. . :D