Minggu, 16 Januari 2011

DASAR DASAR FOTOGRAFI

Fotografi adalah melukis dengan cahaya. Jadi Esensi dari fotografi adalah cahaya. Kamera tidak akan merekam apapun untuk menjadikan sebuah foto tanpa cahaya. Oleh karena itu, dasar dari sebuah fotografi adalah bagaimana seoptimal mungkin kita menyeting tingkat pencahayaan (Eksposure) yang masuk ke kamera kita, sehingga memperoleh pencahayaan yang pas, tidak kelebihan cahaya ( Over Eksposure) atau Kekurangan cahaya (Under Eksposure).
Pada dasarnya ada 3 setingan kamera yang mempengaruhi tingkat eksposure kamera yaitu, Shuter Speed, Aperture dan ISO. Ketiga Setingan dasar tersebut sering dinamakan TRIANGLE FOTOGRAFI atau SEGITIGA FOTOGRAFI . Ketiganya harus bersinergi secara pas agar menghasilkan kualitas gambar yang terbaik atau sesuai keinginan kita.
 
1.        Shutter Speed (Kecepatan Rana)
Shutter Speed adalah kecepatan terbuka sampai tertutupnya tirai (rana) atau dengan kata lain lamanya waktu penyinaran sensor pada kamera digital, dan Film pada kamera konvensional. Shuter Speed dinyatakan dengan angka-angka:  1 , 1/2 , 1/4 , 1/8 , 1/16 , 1/32 , 1/64 , 1/125 , 1/250 , 1/500 , 1/1000 dst.  Satuannya adalah detik, jadi 1/100 artinya 1/100 detik.
Pada saat kita menekan tombol Shuter, ada semacam tirai yang membuka dan menutup di depan sensor.  Semakin lama tirai terbuka semakin banyak jumlah cahaya yang masuk dan sebaliknya.
Semakin kecil angkanya berarti semakin cepat waktu yg digunakan, hal ini akan menciptakan efek diam (freeze), misalnya kita akan memotret objek yg bergerak, sebagai contoh mobil berjalan dengan kecepatan 50 km/jam. Agar mobil tertangkap seolah olah berhenti atau ter-efek diam, kita memerlukan setidaknya shutter speed diatas 1/125 detik
Sebaliknya bila kita akan memotret objek tersebut dengan efek bergerak, maka dibutuhkan shutter speed kurang dari 1/125 detik, sehingga terlihat obyek seperti ada bekas gerakan.
Dua hal diatas tergantung juga dari kecepatan objek tersebut bergerak, semakin cepat objek bergerak, berarti semakin tinggi shutter speed yg dibutuhkan agar memperoleh efek diam atau bergerak yang kita inginkan, Perlu diperhatikan, semakin rendah shutter speed, akan mengakibatkan semakin besar juga kemungkinan terjadinya camera shaking, yg akan mengakibatkan hasil jepretan menjadi goyang dan tidak tajam
Agar aman, gunakan shutter speed diatas 30 atau 1/30 detik, kalo memang menginginkan shutter speed lebih rendah, misal 1/15 detik, 1/8 detik ato yg lebih rendah, gunakan gunakan penyangga ato tripod untuk menghindari shake (goyah) pada saat kita menekan tombol shutter.
2.  Aperture (Diafragma)
Aperture adalah ukuran besar kecilnya bukaan lensa.  Lensa berfungsi memasukkan dan meneruskan cahaya ke sensor atau film. Ukuran besar kecilnya diatur melalui diafragma. Pada kamera umumnya tertera 1,8 ; 2,8; 3,5 ; 4; 5,6 ; 7,1 dst. angka angka tersebut dikenal sebagai f-number atau biasa disebut aperture (bukaan): f/1.8 ; f/2,8; f/3,5 ; f/4; f/5,6 ; f/7,1 dst. Semakin besar bukaan lensa semakin kecil f-numbernya sebaliknya semakin kecil bukaan semakin besar f-number nya jadi f/4 lebih kecil  bukaannya daripada f/1,8.
Cara kerja aperture mirip pupil pada mata manusia, semakin besar bukaan berarti semakin banyak cahaya yang masuk, semakin kecil bukaan maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Aperture sangat berhubungan dengan ruang tajam atau depth of field. Semakin besar bukaan lensa maka semakin tipis DOF nya, hal ini mengakibatkan efek blur di belakang obyek atau fokus sehinnga bagus untuk FOTOGRAFI MAKRO. Sebaliknya semakin kecil bukaan lensa maka semakin lebar DOF nya, hal ini mengakibatkan gambar tetap tajam mulai dari obyek terdekat hingga background foto yang terjauh dari obyek. Bukaan kecil sering digunakan untuk FOTOGRAFI LANSCAPE

3. ISO/ASA (Tingkat Kepekaan Sensor)
ISO adalah tingkat kepekaan sensor atau film dalam merekam cahaya. Shutter speed dan aperture harus bersinergi untuk mendapatkan exposure (pencahayaan) yang tepat. Peranan ISO juga penting, semakin tinggi ISO yang digunakan, maka kepekaan terhadap cahaya pun makin besar, sehingga pada pencahayaan kurang pun, shutter speed maupun aperture masih dapat digunakan secara maksimal. Tapi perlu diingat, semakin tinggi ISO yang digunakan, akan semakin tinggi tingkat noise ataupun grain yang dihasilkan
Untuk mengetahui apakah exposure sudah tepat atau belum, pada kamera digital ato konvensional tersedia fasilitas metering. Sehingga terjadinya over exposure (kelebihan pencahayaan) atau under exposure (kekurangan pencahayaan) dapat diminimalkan.

Sabtu, 01 Januari 2011

PANTAI DI KEBUMEN SELATAN

Kali ini perjalananku ke pantai ayah dan pantai pantai sekitarnya, ini adalah liburan terakhir sebelum senin besok memulai rutinitas pekerjaan. pantai ini terletak sekitar 15 km dari kecamatan gombong. Kutelusuri jalan menuju pantai tersebut dengan menikmati pemandangan di kanan kiri jalan yang sangat indah. Sebelum sampai di Ayah aku berhenti di Jempatan yang menghubungkan Kabupaten Kebumen dengan cilacap. di situ banyak sekali perahu nelayan yang parkir terjajar rapi membuat suasana artistik bagi penikmatnya.
 Setelah puas mengambil gambar dengan kameraku, akupun melanjutkan perjalanku menyusuri jalan pegunungan yang berkelok kelok hingga aku sampai di suatu tempat yang tinggi sehingga bisa melihat pantai dari atas

Rabu, 29 Desember 2010

BANGUN TIDUR KUTERUS HUNTING....

Pagi pagi sekali aku terbangun dari mimpiku, rencana yang sudah kususun dari semalam segera kulaksanakan, setelah shalat subuh langsung kutenteng kameraku, ku keluarkan motor dan menstarternya. Tanpa menunggu mesin panas langsung aku tancap ke pinggir desa dimana sudah kurencanakan untuk berburu sun rise. dengan enjoynya aku tunggu saat saat matahari terbit yang jarang aku nikmati kalo tidak liburan seperti ini. daripada hanya meratapi kekalahan Timnas kita dari malaysia mending bermain2 dengan kameraku.

Saat yang kutunggu tiba, Mataharipun mulai menyembul dengan malu malu. lalu ku setting manual Kameraku, kuperhatikan meteringnya sehingga menunjukan angka 0 lalu kubidik dan memutar fokus. dan...

Selasa, 28 Desember 2010

PESONA WADUK SEMPOR KEBUMEN

Waduk Sempor terletak 4 km di utara kota gombong kabupaten Kebumen. Pemandangannya sangat indah dan menarik untuk menghilangkan kepenatan karena rutinitas. Salah satu pilihan wisata yang harus anda kunjungi apabila lewat kabupaten kebumen. nggak rugi deh kapan kapan mampir kesini...
Mungkin bagi anda yang belum sempat mengunjungi Waduk ini, saya sajikan dulu foto foto setiap sudut waduk ni...




HUNTING GILA.....

Liburan kali ini benar benar aku gunakan sepuas puasnya untuk menyalurkan hobby fotografiku, beberapa hari aku hunting habis habisan. Setelah pada hari pertama aku ke clapar membawa serta anaku yang masih 4 tahun untuk mengekspose keindahan ubud versi karanggayam tersebut, Untung sekali  tanaman padi sudah tinggi jadi lumayan fotogenic, makanya aku langsung putar fokus ke sawah
 Lumayan dapat model petani asli

Betapa indah teras sawahnya kan..benar benar kaya di Ubud Bali
Setelah puas mengekploitasi indahnya tanaman padi lalu aku bergegas melanjutkan perburuanku ke Waduk Sempor, tentunya melalui rute karanggayam ngulon. Nyampe sana cukup puas juga karena ternyata waduk tak terkenal itu sangat fotogenik dan sangat indah dalam bidikan lensa A290. ini buktinya.

pada hari kedua kami sekeluarga mengunjungi  pantai karangbolong untuk menikmati keindahan ombaknya yang cukup tinggi.




Hari ketiga kebetulan aq ada acara ngambil servisan kamera di D&T Jogja, sekalian aja hunting seadanya, entah apa yang aq dapet di sana. Sekedar mengikuti anjuran "dosen saya". Bawalah kameramu kemana kau pergi!... Tapi sayang sekali Yogyakarta di guyur hujan seharian meskipun enggak terlalu deras

Berikutnya aq putar zoom ke cilacap melalui lintas selatan, berhenti di kampung pemancingan Adipala cilacap. hari sudah cukup sore dan mendung lagi. di bayangi ketakutan kalo2 ban motorku bocor karena kondisi jalan yang sangat parah. ini gambar2 yang aq dapet... betapa mendungnya sangat tebal...

Sebenarnya ini adalah pertemuan dua buah sungai besar yang akan bermuara di laut selatan
anak anak mereka yang sedang mandi di tepian muara


Jumat, 03 Desember 2010

CARA MEMFOTO YANG BAIK

Duapuluh tips singkat komposisi untuk fotografi berikut disarikan dari beragam sumber tulisan serta buku fotografi dan semoga pembaca bisa menambah atau menguranginya dengan mengisi komentar di akhir tulisan. Isinya bukan aturan tapi panduan, karena sekali lagi komposisi adalah masalah selera.
  1. Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna, bentuk, cahaya atau garis supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatian
  2. Sederhana, makin sederhana susunan foto anda makin kuat kesan yang ditimbulkan 
  3. Kurangi elemen yang tidak seirama. Jika menurut anda ada elemen tertentu yang merusak irama dan keharmonisan foto, singkirkan – tutupi – atau pindahkan sudut pemotretan supaya elemen tersebut hilang
  4. Penuhi seluruh isi frame dengan obyek utama. Kadang foto yang kuat kesannya adalah foto yang tanpa background sama sekali
  5. Jangan biarkan ruang kosong mendominasi foto 
  6. Cek daerah disekitar garis frame, jangan biarkan ada tangan, kaki atau bagian penting obyek terpotong tanpa alasan kuat
  7. Maksimalkan penggunaan point of view (titik pandang) yang menarik, jangan melulu memotret dari depan subyek
  8. Jangan lupa rule of third. Tarik garis imajiner yang membagi foto menjadi 9 bagian sama besar. Tempatkan obyek utama di persimpangan garis-garisnya 
  9. Saat memotret orang, usahakan selalu agar mata berada diatas garis tengah foto
  10. Bagian paling terang dalam foto adalah bagian yang paling menyedot perhatian mata. Taruh obyek utama disana 
  11. Background lah yang memperkuat kesan. Jadi jangan biarkan background mematikan obyek utama. Baca lebih jauh tentang background disini.
  12. Memotret secara horisontal memperkuat kesan lebar dan secara vertikal memperkuat kesan tinggi
  13. Tajamkan mata untuk mengenali pola yang berulang, manfaatkan  
  14. Tajamkan mata untuk mengenali pola simetri, manfaatkan 
  15. Leading line dan kurva-S selalu menyenangkan dilihat 
  16. Untuk memotret anak-anak, jongkoklah. Sejajarkan kamera dengan mata mereka
  17. Hindari menaruh titik perhatian tepat ditengah-tengah foto
  18. Hindari meletakkan garis horison tepat di tengah foto, usahakan horison ada di sepertiga atas atau bawah     Delineated
  19. Jangan biarkan garis horison menabrak bagian obyek yang penting
  20. Cek, cek dan cek lagi sesaat sebelum memencet shutter. Pastikan apa yang tampak di viewfinder sesuai keinginan anda
 
  1. Hydrant
Mungkin ada ide tambahan? silahkan tambahkan dalam komentar dibawah.

Liverpool Incar Kiper Stoke City untuk lapis adrian yang kurang greget

kabarnya bergerak cepat mencari kiper baru menyusul performa buruk adrian Pemain Stoke City,  Jack Butland disebut jadi incaran. Memang bena...