Wednesday, 29 December 2010

BANGUN TIDUR KUTERUS HUNTING....

Pagi pagi sekali aku terbangun dari mimpiku, rencana yang sudah kususun dari semalam segera kulaksanakan, setelah shalat subuh langsung kutenteng kameraku, ku keluarkan motor dan menstarternya. Tanpa menunggu mesin panas langsung aku tancap ke pinggir desa dimana sudah kurencanakan untuk berburu sun rise. dengan enjoynya aku tunggu saat saat matahari terbit yang jarang aku nikmati kalo tidak liburan seperti ini. daripada hanya meratapi kekalahan Timnas kita dari malaysia mending bermain2 dengan kameraku.

Saat yang kutunggu tiba, Mataharipun mulai menyembul dengan malu malu. lalu ku setting manual Kameraku, kuperhatikan meteringnya sehingga menunjukan angka 0 lalu kubidik dan memutar fokus. dan...

Tuesday, 28 December 2010

PESONA WADUK SEMPOR KEBUMEN

Waduk Sempor terletak 4 km di utara kota gombong kabupaten Kebumen. Pemandangannya sangat indah dan menarik untuk menghilangkan kepenatan karena rutinitas. Salah satu pilihan wisata yang harus anda kunjungi apabila lewat kabupaten kebumen. nggak rugi deh kapan kapan mampir kesini...
Mungkin bagi anda yang belum sempat mengunjungi Waduk ini, saya sajikan dulu foto foto setiap sudut waduk ni...




HUNTING GILA.....

Liburan kali ini benar benar aku gunakan sepuas puasnya untuk menyalurkan hobby fotografiku, beberapa hari aku hunting habis habisan. Setelah pada hari pertama aku ke clapar membawa serta anaku yang masih 4 tahun untuk mengekspose keindahan ubud versi karanggayam tersebut, Untung sekali  tanaman padi sudah tinggi jadi lumayan fotogenic, makanya aku langsung putar fokus ke sawah
 Lumayan dapat model petani asli

Betapa indah teras sawahnya kan..benar benar kaya di Ubud Bali
Setelah puas mengekploitasi indahnya tanaman padi lalu aku bergegas melanjutkan perburuanku ke Waduk Sempor, tentunya melalui rute karanggayam ngulon. Nyampe sana cukup puas juga karena ternyata waduk tak terkenal itu sangat fotogenik dan sangat indah dalam bidikan lensa A290. ini buktinya.

pada hari kedua kami sekeluarga mengunjungi  pantai karangbolong untuk menikmati keindahan ombaknya yang cukup tinggi.




Hari ketiga kebetulan aq ada acara ngambil servisan kamera di D&T Jogja, sekalian aja hunting seadanya, entah apa yang aq dapet di sana. Sekedar mengikuti anjuran "dosen saya". Bawalah kameramu kemana kau pergi!... Tapi sayang sekali Yogyakarta di guyur hujan seharian meskipun enggak terlalu deras

Berikutnya aq putar zoom ke cilacap melalui lintas selatan, berhenti di kampung pemancingan Adipala cilacap. hari sudah cukup sore dan mendung lagi. di bayangi ketakutan kalo2 ban motorku bocor karena kondisi jalan yang sangat parah. ini gambar2 yang aq dapet... betapa mendungnya sangat tebal...

Sebenarnya ini adalah pertemuan dua buah sungai besar yang akan bermuara di laut selatan
anak anak mereka yang sedang mandi di tepian muara


Friday, 3 December 2010

CARA MEMFOTO YANG BAIK

Duapuluh tips singkat komposisi untuk fotografi berikut disarikan dari beragam sumber tulisan serta buku fotografi dan semoga pembaca bisa menambah atau menguranginya dengan mengisi komentar di akhir tulisan. Isinya bukan aturan tapi panduan, karena sekali lagi komposisi adalah masalah selera.
  1. Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna, bentuk, cahaya atau garis supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatian
  2. Sederhana, makin sederhana susunan foto anda makin kuat kesan yang ditimbulkan 
  3. Kurangi elemen yang tidak seirama. Jika menurut anda ada elemen tertentu yang merusak irama dan keharmonisan foto, singkirkan – tutupi – atau pindahkan sudut pemotretan supaya elemen tersebut hilang
  4. Penuhi seluruh isi frame dengan obyek utama. Kadang foto yang kuat kesannya adalah foto yang tanpa background sama sekali
  5. Jangan biarkan ruang kosong mendominasi foto 
  6. Cek daerah disekitar garis frame, jangan biarkan ada tangan, kaki atau bagian penting obyek terpotong tanpa alasan kuat
  7. Maksimalkan penggunaan point of view (titik pandang) yang menarik, jangan melulu memotret dari depan subyek
  8. Jangan lupa rule of third. Tarik garis imajiner yang membagi foto menjadi 9 bagian sama besar. Tempatkan obyek utama di persimpangan garis-garisnya 
  9. Saat memotret orang, usahakan selalu agar mata berada diatas garis tengah foto
  10. Bagian paling terang dalam foto adalah bagian yang paling menyedot perhatian mata. Taruh obyek utama disana 
  11. Background lah yang memperkuat kesan. Jadi jangan biarkan background mematikan obyek utama. Baca lebih jauh tentang background disini.
  12. Memotret secara horisontal memperkuat kesan lebar dan secara vertikal memperkuat kesan tinggi
  13. Tajamkan mata untuk mengenali pola yang berulang, manfaatkan  
  14. Tajamkan mata untuk mengenali pola simetri, manfaatkan 
  15. Leading line dan kurva-S selalu menyenangkan dilihat 
  16. Untuk memotret anak-anak, jongkoklah. Sejajarkan kamera dengan mata mereka
  17. Hindari menaruh titik perhatian tepat ditengah-tengah foto
  18. Hindari meletakkan garis horison tepat di tengah foto, usahakan horison ada di sepertiga atas atau bawah     Delineated
  19. Jangan biarkan garis horison menabrak bagian obyek yang penting
  20. Cek, cek dan cek lagi sesaat sebelum memencet shutter. Pastikan apa yang tampak di viewfinder sesuai keinginan anda
 
  1. Hydrant
Mungkin ada ide tambahan? silahkan tambahkan dalam komentar dibawah.

Monday, 6 September 2010

BERANGKAT KEPAGIAN

Peraturan baru sekolah itu menggelisahkan kami: bahwa mulai tahun ajaran baru ini, anak kami harus berangkat lebih pagi. Dengan segera, kami membayangkan sederet panjang daftar kerepotan sebagai konsekuensi.

Pertama adalah keharusan bangun jauh lebih pagi. Ini pasti tidak mudah. Cukup waktu tidur saja, anak-anak kami itu masih serasa kurang tidur. Apalagi ini benar-benar akan kurang tidur. Membayangkan anak-anak harus dibangunkan paksa di pagi buta adalah pemandangan yang membuat kami tidak tega.

Itu baru kerepotan pertama. Kerepotan berikutnya adalah soal pembagian waktu. Dengan dua anak yang berangkat dengan jam yang berbeda mendatangkan pilihan keputusan yang membingungkan. Jika menuruti jam yang pagi, yang lain jadi kesiangan. Jika berangkat bersama, jam yang siang jadi kepagian. Jika mendahulukan yang pagi, untuk kembali menjemput yang agak siang, keadaan pasti sudah kepalang ruwet. Jalan raya sudah akan semakin padat. Jarak dari rumah ke sekolah terlalu jauh untuk sekadar antar jemput kilat semacam itu. Sampai di titik ini persoalan belum terpecahkan.

Tetapi apa yang saya sebuat sebagai ‘’persoalan belum terpecahkan’’ itu tenyata bukan karena begitu beratnya sebuah persoalan, melainkan karena kami, tepatnya saya, terlalu mempersulit persoalan. Seluruh kalkulasi soal keberangkatan, pembagian waktu, sebutan terlalu pagi dan terlalu siang itu, hanyalah gambaran kekhawatrian yang saya perbanyak sendiri. Persoalan ini sungguh begitu mudahnya diatasi, yakni cukup dengan kami sekeluarga mau bangun lebih pagi.

Lalu seluruh kalkulasi yang memberatkan kami bangun pagi itu kami teliti satu persatu. Agak kaget melihat hasilnya, karena hampir seluruhnya, isi keberatan itu bangun pagi itu sungguh hanya bernama kemalasan tersembunyi. Karena setelah kami coba, bangun pagi itu ternyata sehat sekali. Ujiannya hanya terletak ketika kami hendak bangun saja. Pada saat harus bangun itulah mata rasanya memang lengket sekali dan tidur rasanya malah enak sekali. Tetapi apalah arti ujian semacam ini jika bandingannya adalah sederet keberkahan yang nanti akan kami temui

Jalanan ternyata lengang sekali. Dan kami berkendara dengan nyaman sekali. Kami sekeluarga menjadi sempat melihat kanan-kiri, menikmati pemandangan pagi. Padahal cuma butuh waktu setengah jam ke depan, jalan sepi ini akan berubah menjadi medan kanibal, penuh sesak, penuh klakson, penuh wajah buru-buru dan juga penuh caci-maki. Cukup hanya dengan mau bangun lebih pagi, kami bukan cuma terhindarkan dari itu semua, tetapi juga sanggup menikmati apa yang tidak dinikmati oleh orang-orang yang berangkat di jam berikutnya.

Jadi, cukup hanya dengan mau bangun lebih pagi, itu kuncinya. Tapi benarkah mau? Tunggu dulu. Karena jika cuma berdasarkan mau, kami pasti tidak mau. Karena pada awalnya kami tidak setuju pada peraturan baru sekolah itu. Kami bukan mau, tetapi terpaksa mau baru kemudian kami ketemu kebaikan ini. Karenanya, sesuatu perubahan, yang pada awalnya membuat Anda marah dan terpaksa, tolong diwaspadai. Karena biasanya, ia adalah pintu kebaikan yang tak terkira baiknya.

Wednesday, 1 September 2010

PUASA TAPI TIDAK SEHAT

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin -rahimahullah- pernah ditanya: “Apa hukum orang yang berpuasa namun meninggalkan shalat?”


Beliau rahimahullah menjawab:

“Puasa yang dilakukan oleh orang yang meninggalkan shalat tidaklah diterima karena orang yang meninggalkan shalat adalah kafir dan murtad. Dalil bahwa meninggalkan shalat termasuk bentuk kekafiran adalah firman Allah Ta’ala,

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَنُفَصِّلُ الْآَيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (Qs. At Taubah [9]: 11)

Alasan lain adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 82)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani)

Pendapat yang mengatakan bahwa meninggalkan shalat merupakan suatu kekafiran adalah pendapat mayoritas sahabat Nabi bahkan dapat dikatakan pendapat tersebut adalah ijma’ (kesepakatan) para sahabat.

‘Abdullah bin Syaqiq –rahimahullah- (seorang tabi’in yang sudah masyhur) mengatakan, “Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amalan yang apabila seseorang meninggalkannya akan menyebabkan dia kafir selain perkara shalat.” [Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari 'Abdullah bin Syaqiq Al 'Aqliy; seorang tabi'in. Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52, -pen]

Oleh karena itu, apabila seseorang berpuasa namun dia meninggalkan shalat, puasa yang dia lakukan tidaklah sah (tidak diterima). Amalan puasa yang dia lakukan tidaklah bermanfaat pada hari kiamat nanti.

Oleh sebab itu, kami katakan, “Shalatlah kemudian tunaikanlah puasa.” Adapun jika engkau puasa namun tidak shalat, amalan puasamu akan tertolak karena orang kafir (karena sebab meninggalkan shalat) tidak diterima ibadah dari dirinya.

Saturday, 23 January 2010

Mendengkur, Tak Seremeh yang Dikira

Salah satu gangguan tidur yang kerap dianggap sepele adalah mendengkur, yakni suara getaran saat tidur ketika bernapas lantaran ada sumbatan pada sebagian saluran napas atas. Hal ini biasanya disebabkan getaran langit-langit lunak dan pilar yang membatasi rongga bagian tengahRata Penuh faring.

Diperkirakan 20 persen pria berusia 30-35 tahun mendengkur setiap kali tidur dan pada usia 60 tahun, angka ini mencapai lebih dari 50 persen. Menurut David Fairbanks, M.D, profesor otolaringologi di George Washington University School of Medicine, tonsil yang membesar dan membran tenggorokan yang mulai kendur dan melebar juga bisa jadi penyebab datangnya suara yang mengganggu ketenangan tidur orang lain ini.

Pada umumnya, mendengkur tidak mengundang risiko kesehatan bagi pendengkur tingkat ringan sampai sedang. Tetapi dengkur yang luar biasa keras dapat menghadapkan Anda pada beberapa masalah medis yang serius, salah satunya adalah obstructive sleep apnea (OSA/terhentinya napas saat tidur).

Kejadian OSA terjadi karena jalan napas tersumbat total sehingga penderita tidak bisa bernapas. Agak lama kemudian barulah bisa bernapas lagi. Kejadian seperti ini bisa terjadi beberapa ratus kali dalam semalam dan menurunkan kadar oksigen dalam darah sampai di bawah normal. "Ini akan membuat jantung Anda bekerja keras sehingga pasien tidak bisa tidur nyenyak," kata Fairbanks.

Pendengkur yang mengalami OSA biasanya akan sering mengantuk di siang hari, bahkan bisa terlelap saat mengemudikan kendaraan. Selain itu, ia juga menjadi pemurung, pemarah, sulit berpikir dan sulit mengingat sesuatu.

Kurangnya oksigen dalam darah dan jantung yang dipaksa bekerja keras juga akan mengundang masalah kardiovaskular yang biasanya dikaitkan dengan usia lanjut, seperti hipertensi, gagal jantung, stroke, gangguan irama jantung, dan sebagainya.